Tipecal Cewek
Jolan makin heran dengan cewek-cewek sekarang, sukanya milih-milih. Tahukan! cewek saat ini, maunya tipecal cowok yang tajir, yang ganteng, yang baik hati, yang setia dan tidak sombong. Sekalian aja nyari pangeran kerajaan. Ingat! Cinderella itu cuma cerita dalam dongeng, jadi jangan mimpi deh hidupnya ingin kayak Cinderella. Disuruh nyuci piring sama orang tua, katanya penyiksaan. Baru dicubit sedikit sama saudara, bilangnya peaniayaan. Entar kalau sandal jepitnya hilang, pasti ngomongnya ketinggalan dipesta, padahal ketinggalan dirumah tetangga habis gosipin infotaiment. Terus sudah gitu uring-uringan dalam kamar, katanya nunggu sang pangeran bawah sandal sebelah yang hilang. Ooooh noo...!! Stop..stop. Hey para leadies, tingkat penghayalan anda lebih tinggi dari langit ketujuh. Kalian tahu, ada satu makhluk yang persis dari cerita dongeng dengan kehidupan nyata. Siapa lagi kalau bukan Jolan, walau bukan pangeran tapi dekat banget dengan sang pangeran. Itu loh..yang setiap kali ditunggangi sama pangeran ketika ingin bepergian. "Maksudnya Kuda pangeran." hahaha, sorry Jolan, wajahmu memang mirip Kuda pangeran. Tapi jangan salah, Jolan tidak pernah berkecil hati, ia selalu tabah menghadapi segala penghinaan padanya. Entah itu dikatakan jelak, hitam, dekil, kurus langsing kayak spidol permanent. Tetap saja Jolan bersabar, elus dada sebab semua itu sudah biasa dan benar adanya.
Hmm....ngomongin soal tipekal cewek, kebetulan Jolan punya pengalaman tentang masalah ini. Dulu, ketika Jolan ngajak Ria, gadis desa yang bisa dibilang lumayan cantiklah diantara Omas dan Dorce. Mereka pergi malam mingguan dipasar malam, dengan pakaian yang super maksimal keren menurutnya. Rencananya, Jolan pengen nembak Ria dimalam itu, "Mati dong." Enggaklah.! maksudnya mengungkapkan atau menyatakan cinta, sebab malam yang berkesempatan pada waktu itu sangat langkah didapati Jolan. Dengan sejuta rayuan dan gombalan pada akhirnya ia berhasil membujuk Ria. Jadilah rencana Jolan yang pastinya amat bersejarah itu.
"Ria, kamu suka cowok yang kayak gimana sih.?" tanya Jolan dengan malunya. Tersengih-sengih.
"Hmm..kayak gimana yah." mikirnya sambil jari telunjuknya mengetuk-ngetuk bibir secara pelan, "aku sih simpel aja, gak banyak neka-neko."
"Huuu...!!" napas Johan merasa legah mendengar jawaban Ria. Ternyata cewek ini bukan tipe pemilih.
"Emang kenapa.?"
"Nggak kok, cuma nanya doang." ujar Jolan yang masih belum bisa berkata jujur, atau memang Jolan dalam pengumpulan mental keberanian untuk mengatakan cinta.
Jolan baru sadar, mereka berada dipasar malam dengan penuh keramain, bukan ditaman bunga yang sunyi senyap yang diterangi sang rembulan. Jolan mestinya menghibur Ria sesuai janjinya pada saat ia membujuk dengan penuh hujanan rayuan gombal. Maka dari itu, ia mulai berinisiatif memerangi setiap permainan yang ada dipasar. Mulai dari permainan lempar bola sampai masuk kerumah hantu. Tak terasa malam semakin larut, sebuah tekanan perasaan menggebuh membusur dihati Jolan. Menuntut jiwanya untuk mengatakan sesuatu yang belum pernah ia lakukan. (cie..ciee..puitis nih ehh)
"Ria." panggilnya.
"Iya Jo."
"Emang cowok simpel yang kamu maksud, kayak gimana sih.?"
"Oh..kamu masih mikir itu Jo, kirain udah lupa. yah..! cowok yang apa adanya."
"Apa adanya.!" tegas Johan, dalam hatinya merasa senang kegirangan.
"Iya, apa adanya. ada hartanya berlimpah, ada mobilnya, ada rumahnya, ada segala-galanya yang ia punya."
"Ada apaaa denganmuu." Jolan bernyanyi lagu Peterpan dalam hatinya. Ia tidak menyangkah, ternyata Ria matre. Jolan menjadi diam, merasa tenggelam dalam kegelapan, menjadi kecil sekecil liliput. Pandangannya seperti aneh, kecewa, terluka, tersakiti, teriris, tercabit-cabit hatinya,terombang-ambing pikirannya. Sungguh malam yang seharusnya berwarna, menjadi gelap gulita sesuai warna kulitnya yang hitam. Ia tersadar, sebuah pengorbanan ia lakukan dimalam ini mengiris relung hatinya untuk membahagiakan Ria. Awalnya Jolan rela kehabisan uang dimalam itu demi mendapatkan cintanya. Setelah mengetahui kriteria cowok idaman Ria, membuatnya menyesal seribu kali dan memperhitungkan uangnya yang sudah berlalu.
"Hahah...Jolan-jolan.!! kalau ngasih yang iklas mas, gak usah itung-itung segala yang udah lewat."
Dari cerita Jolan, jelas si wanita tipekal cewek PHP (Pemberi Harapan Palsu). dan si Jolan adalah korbannya.
Nih untuk para cewek kebanyakan: Cewek dalam memilih pasangan, selalu identik dengan tipenya. Yang inilah, itulah. Pada ujung-ujungnya mereka menginginkan cowok yang mendekati kesempurnaan. Sedang si Jolan mendekati kegelapan, (kok bawah-bawah Jolan lagi nih). Yang pastinya seorang pemilih ialah seorang yang tidak banyak memiliki ruang yang bebas. Sebab ia membatasi diri dengan olah pikirnya, perasaannya dibiarkan nganggur. Padahal yang merasakan cinta adalah perasaan, hati men!! jadi,untuk apa menghianati hati sendiri kalau ia bisa memilih dengan baik. "Cinta ini, kadang-kadang tak ada logika. berisi semua hasrat dalam hati." jadi ingat Agnes Monica dengan sepotong lirik lagu ini, mantannya Jolan dulu, mantan pembantu cuci mobil Agnes maksudnya.
Cinta itu bahasa universal, semua hati pernah merasakan dan mengalami, tak perlu ada penjelasan karna cinta tak cukup untuk dijelaskan tapi butuh pemberian yang nyata dan tulus. Jadi biarkan hatimu mengalir adanya, bermuara ditempat yang nyaman tak terkira. Jangan biarkan olah pikir mengendalikanmu, karna cinta adanya tuh dihati dan sakitnya tuh disini.
Salam manis: Si Jolan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar