Rabu, 12 Agustus 2015

Impian Vocalis kaleng




Impian Vocalis kaleng


Jangankan hanya untuk rutin bangun pagi. Mengolah suara vocal lebih merdu, dan tidak kehabisan napas pada saat bernyanyi. Menahan batuk, juga sangat menyiksa. Bukan main, keseringan batuk mempengaruhi tenggorokan jadi serek. Disamping itu, Jolan juga sering mengunyah murica. Bumbu dapur yang bijinya sebesar biji buah pepaya, tiga kali dalam sehari malah. Sesuai saran turun-temurun nenek moyang dari keluarga Jolan. Konon katanya, dengan mengunyah murica, bisa memperbaharui suara lebih merdu dan napas yang  lebih panjang. Namun yang pastinya juga, bau mulut yang kurang sedap. Masih mending sih! dibandingkan bau mulut Naga kejepit tembok.

Mengunyah murica sudah, makanan yang berbaur minyak pun Jolan hindari. Bahkan sampai minum air mineral melebihi dari apa yang dianjurkan ia lakoni. Tapi kok..! suara Jolan masih kayak kambing sedang bersalin. “Emmmbeeeeheheee..!!” atau seperti Bebek yang ngocah-ngoceh terampas telurnya. Kwkwkw...!!

Dalam mengejar impian, kadang seseorang sering terbuai dalam khayal. Menikmati alur cerita indah dalam bayangan, sehingga orang tersebut tidak sadar akan berapa banyak waktu yang mereka tumpahkan secara percuma. Setelah itu, timbullah harapan tingkat tinggi. Berharap keajaiban akan menyambutnya suatu saat. Sampai kapan, sampainya Dajjal datang memberitahu bahwa “Sorry yehh…!! anda belum beruntung, dunia tak lagi seindah masa Romeo and juliet.” Jolan tak ingin menanti waktu yang tepat, karena ketepatan diri ada sejak ia memiliki tekad yang sangat kuat.

Jolan juga punya sahabat yang selalu menemani dalam kesehariannya. Namanya Asep, ia biasa dipanggil Acep untuk lebih akrabnya. Acep tidak seperti kebanyakan anak muda jaman sekarang yang berpenampilan modis. Ia lebih cenderung menggunakan baju kemeja yang bermotif apa saja, dengan celana Jeanz biru  yang tak bosan dipakainya, (habis jemur langsung pake). Rambut belah samping, tersisir rapi dengan kacamata besar menghiasi wajahnya. Jolan sesekali memanggilnya Mr.Bean, dengan penampilannya seperti itu. Tetapi Acep tidaklah berperilaku Mr.Bean yang bertingkah bodoh seperti kita ketahui. Melainkan, Acep  selalu mengacungkan dada saat berbicara dan mengendalikan dirinya sok paling dewasa. Hobbinya yang membaca membuat dirinya yakin bahwa suatu saat nanti orang-orang akan membaca karyanya sendiri, itu impiannya dalam rangka kegagalannya berkali-kali. Hidupnya yang penuh motivasi. Satu dari kekurangan sahabatnya ini ialah komentarnya yang selalu polos, mengatakan apa adanya. Bagian kekurangannya ini Jolan kurang suka.

“Jolan..!!” panggilnya dengan serius, mendengar ia latihan vocal. “suara lu emang bagus.” Ujarnya lagi, memasang wajah penuh keyakinan. Jolan pun menoleh tak sabar mendengar kalimat sanjungan selanjutnya yang ia tuturkan. Seperti yang Jolan kenal, sahabatnya ini tidak asal menyanjung orang. Memerlukan waktu berhari-hari bertapah dalam Gua untuk mengeluarkan kalimat sanjungan pelitnya.

“Pernah gak lu denger suara kaleng yang merana dipinggir jalan? yang ditendang membentur tembok, tercompang-camping. Preeenng…!! Nah... seperti itu suara loh sobatku.” jelasnya sembari tetawa.

“Sialan..! lu mau nyanjung, atau emang sengaja mau ngejek sih.” Jolan kesal tak keruan.

Hmmm...Jolan! percaya deh..orang yang suka mengitimidasi impian terbesarmu ialah orang yang khawatir akan kesuksesanmu.

Semangat Jolan...!!!

Rabu, 29 Juli 2015

Kesenangan vs Kebahagiaan



Kesenangan vs Kebahagiaan

      Gara-gara ngajak Ria kepasar malam, mengharuskan Jolan mencari tambahan uang. Toh! senyum Ria kan sampai merobek kantong si Jolan. Alhasil, rencana ngeluarin motor dibulan ini menjadi gatot(gagal total), dan terpaksa ditunda entah sampai kapan. Dilain sisi, Emak Jolan juga lagi butuh uang untuk lunasi listrik, air, tabung gas, mie instan kesukaan Jolan yang dipinjam diwarung sebelah dan lain-lain.
 "makan singkong aja dulu Jo, dan gak usah pake tabung gas! kayu bakar kan banyak. kalo listrik mati, carilah lilin diwarung, lebih hemat. Dan kalo bisa, gak usah mandi, sikat gigi dan cuci muka sudah cukup Jo, biasakan ngirit air!"

      Malam itu, Jolan termenung. Ia mengalami dilema berat, bingung antara milih kesenangan atau kebahagian. Dikalau misalnya cuma disuruh milih antara Omas dan Dorce, pasti Jolan lebih memilih Agnes monica.

Apa bedanya senang dan bahagia? bukankah keduanya memiliki arti yang sama? Hmmm...setahu Jolan sih, ia merasa senang kalau bisa beli kendaraan, tapi bahagia jika mengurangi beban Emaknya. Jadi??

1.Kesenangan.

        Kesenangan merupakan kata dasar "senang" yang berarti puas, legah tanpa rasa susah dan kecewa. Kesenangan yang kita peroleh ketika mencapai sesuatu yang lama didambahkan atau menerima barang dari orang lain. Seseorang yang dikatakan mendapat kesenangan  ketika menerima sesuatu yang diinginkan dari pemberian orang lain. Mencari kesenangan juga bisa diartikan proses memanjakan diri, menghibur diri dalam duniawi yang sifatnya sementara.

2. Kebahagiaan.

        Kebahagian adalah kata dasar "bahagia" yang berarti keadaan atau perasaan senang dan tenteram, bebas dari segala yang menyusahkan. Kebahagiaan yang kita rasakan ketika perasaan legah telah menyenagi orang lain, dalam konteks menolong, membantu, memberikan sesuatu kepada orang yang kita sayangi atau orang yang membutuhkan.

Kebahagian itu bersifat alami, yang melalui proses ketulusan dan keikhlasan. Datangnya kebahagiaan tanpa harus kita cari seperti kesenangan, kebahagiaan akan datang sendirinya selama kita mau menorehkan kebaikan. Jadi, pilih mana? kesenangan diri atau kebahagiaan hati.!

      Begitu dalam Jolan merenung, sampai tak sadar gelap menyeruak dalam rumahnya. Pada akhirnya ia memutuskan untuk terlebih dahulu membantu Emak melunasi hutang. Jolan tahu betul, kesenangan datangnya hanya sesaat. Kesenangan bisa dilain waktu, tapi kebahagian datangnya disatu waktu.

"EMaaak..maa!!, kok lampunya mati.?" teriak Jolan sambil ngerabah dinding.

"Belom bayar listriik, Jo.!"

 Terkadang seseorang yang tenggelam dalam duniawi, lupa pada perbedaan yang ada disekitarnya. Entah mana yang harus didahulukan, apakah hitam atau putih?

        Besok paginya, Jolan melunasi semua tunggakan hutang Emaknya. Ia sangat merasa bahagia, begitupun Emak. Walau keinginan Jolan harus tertunda, bukan berarti tak terwujud. Mungkin dilain kesempatan. Beberapa hari kemudian, diam-diam Jolan kerumah pak RT, minta pinjaman uang untuk bayar DP motor.

"Jolan...Jolan..!! pengen bahagia atau pengen gali lobang tutup lobang sih..? jangan ditiru yah!!"


salam: Si Jolan.

Senin, 27 Juli 2015

Tipecal Cewek


Tipecal Cewek

      Jolan makin heran dengan cewek-cewek sekarang, sukanya milih-milih. Tahukan! cewek saat ini, maunya tipecal cowok yang tajir, yang ganteng, yang baik hati, yang setia dan tidak sombong. Sekalian aja nyari pangeran kerajaan. Ingat! Cinderella itu cuma cerita dalam dongeng, jadi jangan mimpi deh hidupnya ingin kayak Cinderella. Disuruh nyuci piring sama orang tua, katanya penyiksaan. Baru dicubit sedikit sama saudara, bilangnya peaniayaan. Entar kalau sandal jepitnya hilang, pasti ngomongnya ketinggalan dipesta,  padahal ketinggalan dirumah tetangga habis gosipin infotaiment. Terus sudah gitu uring-uringan dalam kamar, katanya nunggu sang pangeran bawah sandal sebelah yang hilang. Ooooh noo...!! Stop..stop. Hey para leadies, tingkat penghayalan anda lebih tinggi dari langit ketujuh. Kalian tahu, ada satu makhluk yang persis dari cerita dongeng dengan kehidupan nyata. Siapa lagi kalau bukan Jolan, walau bukan pangeran tapi dekat banget dengan sang pangeran. Itu loh..yang setiap kali ditunggangi sama pangeran ketika ingin bepergian. "Maksudnya Kuda pangeran." hahaha, sorry Jolan, wajahmu memang mirip Kuda pangeran. Tapi jangan salah, Jolan tidak pernah berkecil hati, ia selalu tabah menghadapi segala penghinaan padanya. Entah itu dikatakan jelak, hitam, dekil, kurus langsing kayak spidol permanent. Tetap saja Jolan bersabar, elus dada sebab semua itu sudah biasa dan benar adanya. 
Hmm....ngomongin soal tipekal cewek, kebetulan Jolan punya pengalaman tentang masalah ini. Dulu, ketika Jolan ngajak Ria, gadis desa yang bisa dibilang lumayan cantiklah diantara Omas dan Dorce. Mereka pergi malam mingguan dipasar malam, dengan pakaian yang super maksimal keren menurutnya. Rencananya, Jolan pengen nembak Ria dimalam itu, "Mati dong." Enggaklah.! maksudnya mengungkapkan atau menyatakan cinta, sebab malam yang berkesempatan pada waktu itu sangat langkah didapati Jolan. Dengan sejuta rayuan dan gombalan pada akhirnya ia berhasil membujuk Ria. Jadilah rencana Jolan yang pastinya amat bersejarah itu. 
"Ria, kamu suka cowok yang kayak gimana sih.?" tanya Jolan dengan malunya. Tersengih-sengih.
"Hmm..kayak gimana yah." mikirnya sambil jari telunjuknya mengetuk-ngetuk bibir secara pelan, "aku sih simpel aja, gak banyak neka-neko."
"Huuu...!!" napas Johan merasa legah mendengar jawaban Ria. Ternyata cewek ini bukan tipe pemilih.
"Emang kenapa.?" 
"Nggak kok, cuma nanya doang." ujar Jolan yang masih belum bisa berkata jujur, atau memang Jolan dalam pengumpulan mental keberanian untuk mengatakan cinta.

     Jolan baru sadar, mereka berada dipasar malam dengan penuh keramain, bukan ditaman bunga yang sunyi senyap yang diterangi sang rembulan. Jolan mestinya menghibur Ria sesuai janjinya pada saat ia membujuk dengan penuh hujanan rayuan gombal. Maka dari itu, ia mulai berinisiatif memerangi setiap permainan yang ada dipasar. Mulai dari permainan lempar bola sampai masuk kerumah hantu. Tak terasa malam semakin larut, sebuah tekanan perasaan menggebuh membusur dihati Jolan. Menuntut jiwanya untuk mengatakan sesuatu yang belum pernah ia lakukan. (cie..ciee..puitis nih ehh)
"Ria." panggilnya.
"Iya Jo."
"Emang cowok simpel yang kamu maksud, kayak gimana sih.?"
"Oh..kamu masih mikir itu Jo, kirain udah lupa. yah..! cowok yang apa adanya."
"Apa adanya.!" tegas Johan, dalam hatinya merasa senang kegirangan.
"Iya, apa adanya. ada hartanya berlimpah, ada mobilnya, ada rumahnya, ada segala-galanya yang ia punya."
"Ada apaaa denganmuu." Jolan bernyanyi lagu Peterpan dalam hatinya. Ia tidak menyangkah, ternyata Ria matre. Jolan menjadi diam, merasa tenggelam dalam kegelapan, menjadi kecil sekecil liliput. Pandangannya seperti aneh, kecewa, terluka, tersakiti, teriris, tercabit-cabit hatinya,terombang-ambing pikirannya. Sungguh malam yang seharusnya berwarna, menjadi gelap gulita sesuai warna kulitnya yang hitam. Ia tersadar, sebuah pengorbanan ia lakukan dimalam ini mengiris relung hatinya untuk membahagiakan Ria. Awalnya Jolan rela kehabisan uang dimalam itu demi mendapatkan cintanya. Setelah mengetahui kriteria cowok idaman Ria, membuatnya menyesal seribu kali dan memperhitungkan uangnya yang sudah berlalu.
"Hahah...Jolan-jolan.!! kalau ngasih yang iklas mas, gak usah itung-itung segala yang udah lewat."
Dari cerita Jolan, jelas si wanita tipekal cewek PHP (Pemberi Harapan Palsu). dan si Jolan adalah korbannya. 
Nih untuk para cewek kebanyakan: Cewek dalam memilih pasangan, selalu identik dengan tipenya. Yang inilah, itulah. Pada ujung-ujungnya mereka menginginkan cowok yang mendekati kesempurnaan. Sedang si Jolan mendekati kegelapan, (kok bawah-bawah Jolan lagi nih). Yang pastinya seorang pemilih ialah seorang yang tidak banyak memiliki ruang yang bebas. Sebab ia membatasi diri dengan olah pikirnya, perasaannya dibiarkan nganggur. Padahal yang merasakan cinta adalah perasaan, hati men!! jadi,untuk apa menghianati hati sendiri kalau ia bisa memilih dengan baik. "Cinta ini, kadang-kadang tak ada logika. berisi semua hasrat dalam hati." jadi ingat Agnes Monica dengan sepotong lirik lagu ini, mantannya Jolan dulu, mantan pembantu cuci mobil Agnes maksudnya. 

     Cinta itu bahasa universal, semua hati pernah merasakan dan mengalami, tak perlu ada penjelasan karna cinta tak cukup untuk dijelaskan tapi butuh pemberian yang nyata dan tulus. Jadi biarkan hatimu mengalir adanya, bermuara ditempat yang nyaman tak terkira. Jangan biarkan olah pikir mengendalikanmu, karna cinta adanya tuh dihati dan sakitnya tuh disini.

Salam manis: Si Jolan.